STUDI KOMPOSISI NPK SELAPUT HUMAT TERHADAP KETERSEDIAAN AMMONIUM DAN KALIUM SERTA PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI LAHAN VERTISOL

FARID, AHMAD (2022) STUDI KOMPOSISI NPK SELAPUT HUMAT TERHADAP KETERSEDIAAN AMMONIUM DAN KALIUM SERTA PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI LAHAN VERTISOL. Undergraduate thesis, UPN "VETERAN' JAWA TIMUR.

[img]
Preview
Text (COVER)
Cover.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
1.pdf

Download (124kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
2.pdf
Restricted to Registered users only until 7 March 2024.

Download (154kB)
[img] Text (BAB 3)
3.pdf
Restricted to Registered users only until 7 February 2024.

Download (158kB)
[img] Text (BAB 4)
4.pdf
Restricted to Registered users only until 7 February 2024.

Download (310kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
5.pdf

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUISTAKA)
Dapus.pdf

Download (118kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
Lam.pdf
Restricted to Registered users only until 7 March 2024.

Download (201kB)

Abstract

Jenis tanah vertisol berwarna abu-abu kehitaman, bertekstur liat, mempunyai goresan patahan dan rekahan yang secara tampilan dapat membuka dan menutup, kecepatan infiltrasi yang rendah serta drainase yang lambat. Secara kimiawi vertisol termasuk tanah yang relative kaya akan hara karena mempunyai cadangan sumber hara yang tinggi, dengan kapasitas tukar kation tinggi dan pH netral hingga alkali. Inovasi Pupuk NPK dilakukan dengan melapisi asam humat. Tanaman Cabai merah (Capsicum annum L.) sebagai indikator uji komposisi NPK selaput humat. Penelitian dilaksanakan di Munggugianti Benjeng Gresik dengan menggunakan rancangan acak kelompok factorial, di ulang tiga kali. Faktor I yaitu : P1 = 15-15-15, P2 = 20-10-15, P3 = 20- 20-15. Sedangkan Faktor II yaitu A0 : Tanpa selaput asam, A1 : Asam Humat 1 %, A2 : Asam Humat 2 %, A3 : Asam Humat 3 %, A4 : Asam Humat 4 %, A5 : Asam Humat 5 % dari kebutuhan pupuk per tanaman. Satu petak ditanami 6 bibit. C-Organik, NH4 + dan Kdd pada interval waktu 4 MST (fase Generatif), 8 MST dan 12 MST (pada saat panen). Sedangkan untuk berat buah dilakukan 4 kali petik. Data yang didapatkan akan dilakukan analisa sidik ragam(anova) sesuai dengan rancangan acak kelompok(RAK) faktorial dan untuk membandingkan level factor dilakukan uji Beda Nyata Jujur(BNJ) 5 %. Sedangkan untuk mengetahui hubungan antar variabel atau parameter dilakukan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan komposisi pupuk NPK 20-20-15 memberikan pengaruh pada kadar C-Organik tanah, NH4 + tanah dan tanaman, Kalium tanah dan tanaman dan Total Produksi. Selaput asam humat 3 % pada 4 dan 8 MST memberikan pengaruh terhadap kadar C-Organik tanah , NH4 + tanah, Kalium tanah sedangkan pada 12 MST 4% mampu memberikan pengaruh terhadap kadar serapan NH4 + dan Kalium. Pemberian kombinasi perlakuan P3 (20-20-15) dengan A4 (asam humat 3%) pada 4 dan 8 MST mampu menyediakan ketersediaan C-Organik, NH4 + dan Kalium serta Total Produksi. Sedangkan kombinasi perlakuan P3 (20-20-15) dengan A5 (asam humat 4%) pada 12 MST mampu menyediakan Serapan NH4 + dan Kalium. Kata Kunci : Vertisol, NPK, Asam Humat, Ammonium, Kalium, CaBai Merah Besar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSiswanto, SiswantoNIDNUNSPECIFIED
Thesis advisorSUPAMRIH, SUPAMRIHNIDN0024046212UNSPECIFIED
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Departement of Agritechnology
Depositing User: Lisa Nadya Irawan
Date Deposited: 07 Mar 2022 04:56
Last Modified: 07 Mar 2022 04:56
URI: http://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/5390

Actions (login required)

View Item View Item