PENGOLAHAN BITTERN SEBAGAI PEMBENTUK PUPUK STRUVITE MENGGUNAKAN REAKTOR SEKAT SECARA SINAMBUNG

ZAHRA, NIKMATUZ (2020) PENGOLAHAN BITTERN SEBAGAI PEMBENTUK PUPUK STRUVITE MENGGUNAKAN REAKTOR SEKAT SECARA SINAMBUNG. Undergraduate thesis, UPN "VETERAN" JATIM.

[img]
Preview
Text (cover)
Cover.pdf

Download (535kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1)
Bab 1.pdf

Download (137kB) | Preview
[img] Text (Bab 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (383kB)
[img] Text (Bab 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (215kB)
[img] Text (Bab 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (369kB)
[img]
Preview
Text (Bab 5)
Bab 5.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Dapus)
Daftar Pustaka.pdf

Download (136kB) | Preview
[img] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (209kB)

Abstract

Bittern atau yang selama ini dikenal dengan istilah air tua merupakan cairan pekat hasil dari limbah tambak garam setelah proses produksi garam dengan jumlah melimpah. Produksi garam rakyat dengan bantuan panas sinar matahari, membutuhkan sekitar 3,7 juta ton air laut 3,5º Be untuk menghasilkan 100.000 ton garam dengan hasil samping berupa air laut lepas tua atau bittern mencapai ± 300.000 ton. (Sidik, 2013) Ion Mg yang terdapat dalam kandungan bittern atau limbah garam merupakan salah satu ion pembentuk mineral struvite yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan salah satunya yaitu sebagai pupuk dalam bidang pertanian. Struvite adalah pupuk phospat ramah lingkungan yang dikenal sebagai magnesium amonium phospat heksahidrat (NH2MgPO4 · 6H2O). Kristalisasinya terjadi dalam konsentrasi ekuimolekular Mg 2+, NH4 + dan PO4 3 – pada keadaan alkali (basa). Salah satu keuntungan struvite untuk dijadikan sebagai pupuk adalah pupuk struvite ini dapat melepaskan nutrisi yang terkandung didalamnya dengan lambat, sehingga menjadikan pupuk struvite ini lebih tahan lama. Penelitian dilakukan dengan reaktor bersekat dengan mencampur larutan equimolar dari MgCl2 yang diambil dari bittern, NH4OH, dan H3PO4 dengan perbandingan 1:1:2. Laju alir rate udara masuk reaktor diatur pada 0,25-1,25 liter/min. pH larutan yang digunakan yaitu pada rentang pH 7-11. Proses kristalisasi dilakukan hingga keadaan steady tercapai. Kristal yang dihasilkan kemudian disaring dan dikeringkan pada suhu kamar selama 48 jam. Setelah itu , endapan kering struvite dianalisis dengan metode X-Ray Fluorensence (XRF), Scanning Electron Microscope (SEM) dan XRD (X-Ray Diffractometer) . Dari penelitian ini didapatkan kondisi terbaik yaitu pada pH 9 dan Rate udara 0,75 liter/menit dimana kandungan magnesium 13,5 % dan phosphate 61,2 %. Laju aliran udara akan mempengaruhi tingkat homogenitas dari larutan dan semakin homogen suatu larutan maka akan mempercepat terbentuknya endapan struvite. pH 9 merupakan pH optimum dalam pembentukan kristal struvite Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur ix Laporan Penelitian “Pengolahan Bittern Sebagai Pembentuk Pupuk Struvite Menggunakan Reaktor Sekat Secara Sinambung” sedangkan pada pH 10 dan 11 kandungan mineral struvite mengalami penurunan yang diakibatkan oleh bertambahnya jumlah impurities yang terbentuk pada pH tinggi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSUTIYONO, SUTIYONONIDN0713076003UNSPECIFIED
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering
Depositing User: Budiyono Budiyono
Date Deposited: 27 May 2021 04:43
Last Modified: 27 May 2021 04:43
URI: http://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/1681

Actions (login required)

View Item View Item