PEMANFAATAN TULANG AYAM DAN TULANG BEBEK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ASAM FOSFAT DENGAN PROSES BASAH

Triviana, Filda Nanda (2023) PEMANFAATAN TULANG AYAM DAN TULANG BEBEK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ASAM FOSFAT DENGAN PROSES BASAH. Undergraduate thesis, UPN Veteran Jawa Timur.

[img]
Preview
Text (COVER)
18031010034_COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
18031010034_BAB I.pdf

Download (178kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
18031010034_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only until 4 April 2025.

Download (209kB)
[img] Text (BAB 3)
18031010034_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only until 4 April 2025.

Download (189kB)
[img] Text (BAB 4)
18031010034_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only until 4 April 2025.

Download (142kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
18031010034_BAB V.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
18031010034_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (174kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
18031010034_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only until 4 April 2025.

Download (695kB)

Abstract

Peningkatan produksi bebek dan ayam di Jawa Timur sangat tinggi. Produksi hewan yang sangat tinggi menyebabkan limbah tulang yang dihasilkan juga semakin besar. Salah satu upaya dalam mengurangi limbah tulang ayam dan tulang bebek adalah dengan memanfaatkannya menjadi bahan baku pembuatan asam fosfat. Asam fosfat dapat dibuat dengan 2 metode. Metode yang pertama yaitu wet process atau biasa disebut proses basah. Metode yang kedua yaitu electric furnace process atau proses tanur listrik. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode proses basah. Variabel yang digunakan yaitu pelarut asam sulfat dengan konsentrasi 20%, 25%, 30%, 35% dan 40% serta variabel waktu 60, 90, 120, 150 dan 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan asam fosfat yang diperoleh dari tulang bebek lebih tinggi dari tulang ayam dimana hasil tertinggi yang didapatkan dari tulang bebek yaitu sebesar 54.86% sedangkan pada tulang ayam sebesar 43.69%. Kondisi optimum yang digunakan untuk ekstraksi pada tulang ayam dan tulang bebek adalah pada konsentrasi H2SO4 sebesar 20%. Pada tulang bebek kondisi optimum pada waktu ekstraksi selama 120 menit dan pada tulang bebek yaitu pada waktu ekstraksi selama 150 menit.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSaputro, Erwan AdiNIDN0010048001-
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP155 Chemical engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Departement of Chemical Engineering
Depositing User: Filda Nanda Triviana
Date Deposited: 05 Apr 2023 04:27
Last Modified: 05 Apr 2023 04:27
URI: http://repository.upnjatim.ac.id/id/eprint/12543

Actions (login required)

View Item View Item